0

waterpast ♥

hello guys, let me introduce my friends Waterpast (warga terpelajar ipa 1). kami semua dipertemukan pada satu kelas dilantai 2 yang hanya ada 2 ruangan yaitu ruang kelas kami dan ruang lab komputer. kami dipertemukan pada kelas yang mempunyai title RSKM (rintisan sekolah kategori mandiri). kelas ini anehnya cuma ada di tahun gue pas gue masuk SMA di beberapa sekolah di Bogor *terus kenapa jadi bahas sekolahnya? LOL* oh ya gue sebenernya gamau masuk Sma gue ini gue mau masuk Sma yang termasuk favorit di Bogor dan gue mau pindah ke sana tapi keadaan tidak mengijinkan jadi yaaaasudahlah gue berteman dengan 37 teman-teman gue ini selama 3 tahun HAHAHAHA.

37 anak yang selalu gue kangen. se-la-lu. ga ada abisnya kangen sama kalian itu… udah mau 2 tahun ga bersama kalian, kita semua sedang menempuh jalan masing-masing buat meraih masa depan yang baik (amiin). kadang kangeeeen banget, kadang kangen aja, kadang yaudah biasa aja gitu hahahaha. kekompakan, kekonyolan, ledek-ledekan, keakraban, kebencian, kebaikan, keburukan semua-semuanya tentang kalian ♥

ini nama-nama 37 temen gue (nama panggilan):

JAWER  ADIT  ALFRIDA  ANGGIT  ATE  ACIT  BEDIL  ARIF  AULIA  DIMAS  BUDIMAN  UCI  GINI  EVA  DILA  HARIS  IIS  IPEH  ADANG   IQBAL  MILA  FARI  FADLI  OCID  OJAN  GIGIH  UCUP  NUR  IKO  RATU  RARA  AMA  IYO  II  ICHAN  YUNAS  ZULVA

IMG_3102

dari awal masuk kelas ini gue pikir gue ga punya temen, ga ada temen deket smp yg masuk sekolah gue, ga ada temen barengan dari gugus kelas pas MOS juga yg masuk kelas ini dan gue ga kenal siapa-siapa tapi ternyata gue sekelas lagi sama Anggit temen dari SD, SMP dan SMA sekelas lagi hahaha doi orangnya pinterrrrr banget! gue suka belajar privat tuh ke dia terutama pelajaran IPA hahaha dia kalo lagi ngejelasin sabar banget alhasil kadang gue lebih ngerti dijelasin sama Anggit daripada guru hahaha makasih banyak Anggit {}. terus ada Iqbal temen sekelas gue pas kelas 3 Smp waktu Smp ga terlalu deket sih karna gue jg mainnya sama cewek-cewek tapi karna senasib terus sekelas lagi jadi temen deket sampe sekarang mau lagi punya gebetan, pacar, lagi sedih, senang, galau, pusing  pasti suka cerita-cerita sama doi(ga semuanya jg gue ceritain sih) terus suka saling semangatin jg, thanks a lot bro. terus ada lagi si gendut Ichan dan Adit. gue mulai kenalan sama beberapa temen gue sampe suatu hari gue punya temen deket yg cantik, kece, gila, semua-semuanya deh ♥

kita

gue deket sama Gini, Ama, Bedil, Rara, Ratu, Uci, Iis dan Qonita tapi Qonita atau yg biasa dipanggil Qoqon pas semester 2 pindah ke Sma yg paling bagus di Bogor huhu susah seneng kita bareng, makan bekel bareng dikelas, jail-jail,  jalan-jalan, ngedokem di kamar Bedil, nongkrong ga jelas kalo lagi males pulang sekolah, foto-foto, gosip-gosip, ngga cuma seneng-seneng doang sampe suatu saat gue ada masalah sama mereka gue ngerasa didiemin sampe gue berpikir mereka itu sesungguhnya sahabat apa bukan tapi badai pasti berlalu akhirnya gue baikan lagi sama mereka. ngga cuma gue doang kok ya pokoknya ada beberapa masalah yang menghampiri kita. oh iya kita ga nge-geng loh

0

Kebudayaan suku Toraja

Kali ini saya akan membahas tentang suku Toraja yang sebenarnya di ambil dari makalah mata kuliah Antropologi kelompok saya yang juga dari berbagai sumber.

Upacara kematian suku Toraja

Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah. Upacara pemakaman ini kadang-kadang baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian yang bersangkutan, dengan tujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman. Suku Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Dalam masa penungguan itu, jenazah dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Arwah orang mati dipercaya tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu arwah akan melakukan perjalanan ke Puya.

Bagian lain dari pemakaman adalah penyembelihan kerbau. Semakin berkuasa seseorang maka semakin banyak kerbau yang disembelih. Penyembelihan dilakukan dengan menggunakan golok. Bangkai kerbau, termasuk kepalanya, dijajarkan di padang, menunggu pemiliknya, yang sedang dalam “masa tertidur”. Suku Toraja percaya bahwa arwah membutuhkan kerbau untuk melakukan perjalanannya dan akan lebih cepat sampai di Puya jika ada banyak kerbau. Penyembelihan puluhan kerbau dan ratusan babi merupakan puncak upacara pemakaman yang diringi musik dan tarian para pemuda yang menangkap darah yang muncrat dengan bambu panjang. Sebagian daging tersebut diberikan kepada para tamu dan dicatat karena hal itu akan dianggap sebagai utang pada keluarga almarhum. Ada tiga cara pemakaman: Peti mati dapat disimpan di dalam gua, atau di makam batu berukir, atau digantung di tebing. Orang kaya kadang-kadang dikubur di makam batu berukir. Makam tersebut biasanya mahal dan waktu pembuatannya sekitar beberapa bulan. Di beberapa daerah, gua batu digunakan untuk meyimpan jenazah seluruh anggota keluarga. Patung kayu yang disebut tau tau biasanya diletakkan di gua dan menghadap ke luar. Peti mati bayi atau anak-anak digantung dengan tali di sisi tebing. Tali tersebut biasanya bertahan selama setahun sebelum membusuk dan membuat petinya terjatuh.