0

psi. manajemen (minggu 13)

13. empowerment, stres, dan konflik
f. Definisi Konflik
            Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang maupun dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupa perselisihan, adanya keteganya atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih.
            Konflik berasal dari kata latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
g. Jenis-jenis Konflik
 Konflik dibedakan menjadi 6 macam, menurut Dahrendorf:
a. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi)
b. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
c. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
d. Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).
e. Konflik antar atau tidak antar agama.
f. Konflik antar politik.konflik individu dengan kelompok.
h. Proses Konflik
Menurut Robbins (1996) proses konflik terdiri dari lima tahap, yaitu:
a. Oposisi atau ketidakcocokan potensial;
b. Kognisi dan personalisasi;
c. Maksud;
d. Perilaku;  dan
e. Hasil.
daftar pustaka
Ivancevich, John M., Robert Konopaske, Michael T. Matteson. 2007. Perilaku dan Manajemen Organisasi Edisi 7 (2). Jakarta: Erlangga.
Robbins, Stephen P., Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
Soetopo, Hendyat. 2010. Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
0

psi. manajemen (minggu 12)

12. empowerment, stres dan konflik

A.    Pengertian Empowerment

Shardlow (1998), pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.

Empowerment adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi dan politik yang merangkum berbagai nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan yang bersifat “people centered, participatory, empowering, and sustainable” (Chambers, 1988).
Menurut Chamber (Edi Suharto, 2005), pemberdayaan sebagai paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat “peoplecentered, participatory, empowering, and
sustainable”. Konsep ini lebih luas dari hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan lebih lanjut (safety net), tetapi juga keberlanjutan pembangunan dalam masyarakat.
Ø  Target dan Tujuan
Target dan tujuan pemberdayaan itu sendiri dapat berbeda sesuai dengan bidang pembangunan yang digarap.
Ø  Tujuan Pemberdayaan
• Bidang ekonomi_ agar kelompok sasaran dapat mengelola usahanya, kemudian memasarkan,
dan membentuk siklus pemasaran yang relatif stabil.
• Bidang pendidikan_ agar kelompok sasaran dapat menggali berbagai potensi yang ada
dalam dirinya, dan memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapi.
• Bidang sosial_ agar kelompok sasaran dapat menjalankan fungsi sosialnya kembali sesuai
dengan peran dan tugas sosialnya.
B.     Kunci efektif Empowerment
Konsep pemberdayaan (empowerment), menurut Friedmann muncul karena adanya dua primise mayor, yaitu “kegagalan” dan “harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Dengan dasar pandangan demikian, maka pemberdayaan masyarakat erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.
C.    Definisi Stress
Menurut Robbins (2001:563) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.
Menurut lazarus (1976), stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal.
Menurut Korchin (1976), keadaan stress muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integrasi seseorang.
D.    Sumber Stress
Menurut Robins (1996 :224) sumber stres yang potensial adalah sebagi berikut :
1.           Faktor lingkungan, meliputi :
a.          Ketidakpastian ekonomi
b.      Ketidakpastian politik
c.          Ketidakpastian teknologi
2.           Faktor organisasi, meliputi :
a.       Tuntutan tugas
b.      Tuntutan peran
c.    Tuntutan antar pribadi
d.      Struktur organisasi
e.       Kepemimpinan organisasi
f.       Tahapan hidup organisasi
3.        Faktor individual, meliputi :
a. Masalah keluarga
b.Masalah ekonomi
c. Kepribadian
Menurut Grant Brecht (2000), penyebab dari stress dibedakan menjadi dua macam:
• Penyebab makro, yaitu menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan,seperti kematian, perceraian, pension, luka batin, dan kebangkrutan.
• Penyebab mikro, yaitu menyangkut peristiwa kecil sehari-hari, seperti pertengkaran rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akandimakan, dan antri.
E.     Pendekatan Stress
Menurut Robbins, (2002: 311-312), ada dua pendekatan dalam mengatasi stres, yaitu:
1. Pendekatan individual
Seorang karyawan dapat memikul tanggung jawab pribadi untuk mengurangi tingkat stresnya. Strategi individu yang telah terbukti efektif adalah:
– Teknik manajemen waktu
– Meningkatkan latihan fisik
– Pelatihan pengenduran (relaksasi)
– Perluasan jaringan dukungan sosial
2. Pendekatan Organisasional
Beberapa faktor yang menyebabkan stress terutama tuntutan tugas dan peran, struktur organisasi dikendalikan oleh manajemen. Strategi yang digunakan:
– Perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja
– Penggunaan penetapan tujuan yang realistis
– Perancangan ulang pekerjaan
– Peningkatan keterlibatan kerja
– Perbaikan komunikasi organisasi
– Penegakkan program kesejahteraan korporasi
daftar pustaka
Suharto, Edi, (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bandung: Refika Aditama

Shardlow, Steven. (1998). Values, Ethics and Social Work. Di dalam : Robert Adams, Lena Dominelle, Malcolm Payne, editor. Social Work : Themes, Issues and Critical Debates. London : Mac Millan Press Ltd.

Kreitner, Robert, Angelo kinicki. Tanpa Tahun. Perilaku Organisasi . Terjemahan Erly Suandy. 2005. Jakarta: Salemba Empat

0

psi. manajemen (minggu ke 8, 9 & 10)

8. mengendalikan fungsi manajemen

A. Definisi Mengendalikan(Controlling)
Pengendalian(controlling) adalah fungsi terakhir dari proses pelaksanaan manajemen. Fungsi ini sangat penting dan sangat menentukan pelaksanaan proses manajemen,karena itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Earl P. Strong (dalam Badrudin, Dr. M.Ag Dasar-Dasar Manajemen) memberikan definisi pengendalian adalah proses pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaan, agar pelaksanaan sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.
B. Langkah-Langkah dalam Kontrol
 1.Menentukan standart-standart yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian
2.Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai
3. Membandingkan pelaksanaan dengan hasil atau standard an menentukan penyimpangan jika ada
4. Melakukan tindakan perbaikan jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana.
9. mengendalikan fungsi manajemen
C. Tipe-Tipe Kontrol
1. Pengendalian Karyawan (Personel control)
2. Pengendalian Keuangan (Financial control)
3. Pengendalian Produksi (Production control)
4. Pengendalian Waktu (Time control)
5. Pengendalian Teknis (Technical control)
6. Pengendalian Kebijaksanaan (Policy control)
7. Pengendalian Penjualan (Sales control)
8. Pengendalian Inventaris (Inventory control)
9. Pengendalian Pemeliharaan (Maintenance control)
D. Kontrol Proses Manajemen
1. Kontrol langsung, yaitu pengendalian yang dilakukan sendiri secara langsung oleh manajer. Manajer memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengetahui apakah dikerjakan dengan benar dan hasil-hasilnya sesuai dengan apa yang dikehendaki.
2. Kontrol tidak langsung adalah pengendalian jarak jauh,yaitu melalui laporang yang diberikan bawahan. Laporan ini dapat berupa lisan atau tulisan tentang pelaksanaan pekerjaan dan hasil-hasil yang telah dicapai.
3. Kontrol berdasarkan kekecualian adalah pengendalian yang dikhususkan untuk kesalahan-keslahan yang luar biasa dari hasil atau standar yang diharapkan. Pengendalian ini dikombinaksikan dengan pengendalian langsungdan tidak langsung oleh manajer.
10. kekuasaan dan pengaruh
A. Definisi Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. Kekuasaan tidak sama dengan wewenang, wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.
B. Sumber-sumber Kekuasaan
    – Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan (Position)
     -Kekuasaan yang bersumber pada pribadi (Personal)
     -Kekuasaan yang bersumber pada politik (Political power)
C. Definisi pengaruh
Keberadaan pengaruh dalam suatu kepemimpinan memiliki andil yang besar, yaitu dalam hal menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan yang sudah di tetapkan. Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal-balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.
D. Pengaruh Taktik Organisasi
Jenis-jenis spesifik perilaku yang digunakan untuk mempengaruhi dapat dijadikan jembatan bagi pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan. Sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain :
1)      Persuasi rasional
2)      Permintaan inspirasional
3)      Konsultasi
4)      Permintaan pribadi
5)      Pertukaran
6)      Taktik koalisi

7)      Taktik pengesahan

daftar pustaka
Badrudin, Dr. M.Ag. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Sukoco, Badri Munir. (2007). Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta: Erlangga.
Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT. Grasindo.

Umar, Husein. (2000). Business An Introduction. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Media.

0

Nugget Kacang Hijau

TUGAS ARTIKEL ILMU BUDAYA DASAR

Nama   : Rizka Maulidiasari

Kelas   : 3PA04 (pengulangan dikelas 1PA06)

Npm    : 18511237

Nugget Kacang hijau

    Semua manusia mempunyai selera berbeda-beda. Apalagi soal makanan yang tiada hentinya menciptakan inovasi yang sangat banyak dan semakin bertambah karena kreativitas manusia sangatlah banyak. Berbagai makanan telah menyebar luas disegala tempat dari makanan sehat, cemilan, makanan cepat saji dan restoran. Dari berbagai masakan daerah masakan dunia ada di setiap jalan. Tetapi manusia dengan kesibukanya yang tiada henti untuk bekerja, biasanya ingin makanan yang cepat penyajianya. Seperti : mie instant, sosis, nuget dan lain lain. Disini saya tidak membahas semua makanan cepat saji tetapi saya akan membahas tentang makanan cepat saji yaitu nuget. Sejarah nugget :

Nugget yang pertama dibuat adalah dari daging ayam. Nugget merupakan produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dan dilapisi dengan tepung roti. Nugget ayam merupakan produk daging yang diciptakan pada tahun 1950 oleh Robert C. Baker, seorang profesor ilmu makanan di Universitas Cornell, dan diterbitkan sebagai karya akademis yang merupakan sebuah inovas. Resep untuk McDonald’s Chicken McNuggets diciptakan dari McDonald’s oleh Tyson Foods tahun 1979 dan mulai dijual pada tahun 1980. McDonald dengan mcNuggetsnya juga menawarkan nugget yang terbuat dariv kacang, di Irlandia rantai makanan cepat saji R.Haecker yang menawarkan vegetarian dengan nugget dengan buncis. Ada tidaknya bahan tambahan pangan (pengawet, pewarna dan penguat rasa)Nugget dan sosis biasanya menggunakan zat pengawet buatan untuk memperpanjang umur simpan. Sosis seringkali juga menggunakan pewarna merah buatan. Sosis dan nugget juga menggunakan penguat rasa secara berlebihan seperti MSG yang bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menimbulkan senyawa penyebab kanker. Bahan pangan olahan (nugget atau sosis) sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, pewarna, atau penguat rasa buatan.

Ternyata Nugget sendiri sudah lama ada ya di dunia ini. Nugget memang pada umumnya terbuat dari ayam. Nah, karena permintaan pasar mulai bertambah maka terciptalah berbagai jenis nugget. Pastinya anda sudah tahu dengan salah satu pangan yang disebut nugget. Nugget adalah salah satu pangan cepat saji hasil pengolahan daging ayam yang memiliki cita rasa tertentu, biasanya berwarna kuning keemasan. Nugget rasa apa yang anda sukai? Rasa nugget pun kian beragam dari berbagai merek, ada yang rasa ayam, ikan, maupun keju. Nugget banyak dijual di pasaran dengan harga yang cukup mahal karena bahan dasarnya daging ayam, ikan atau pun keju yang banyak terdapat di pasaran. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menyukai makanan cepat saji ini atau nugget, karena selain mudah dikonsumsi dengan tinggal menggorengnya, rasanya pun enak dan nugget ini bisa dimakan disaat sarapan, makan siang ataupun makan malam. Biasanya anak kecil yang sangat menyukai nugget karena rasanya yang enak tetapi orangtua para anak pun mulai kebingungan ketika anaknya lebih menyukai nugget ketimbang lauk pauk lainnya karena tidak semua gizi makanan berada di nugget terutama protein nabati atau sayur-sayuran. Nugget biasanya dijual sudah setengah matangtinggal diangetin dan memakai bahan pengawet dan bumbu yang kurang baik. Akan tetapi tidak semua nugget memakai bumbu yang berbahaya bagi tubuh, tentu orang tua sangat hati-hati untuk mrmilih dan membeli nugget dan makanan lainya.  Sekarang saya akan membahas inovasi pangan dari berbahan nugget dan kacang hijau  yaitu nugget kacang hijau.

Saya membaca salah satu artikel mengenai nugget kacang hijau ini yaitu seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menawarkan sebuah inovasi produk makanan sehat berupa nugget kacang hijau. Saat ini Indonesia memang sedang mengalami double burden problem, di mana terdapat dua masalah gizi yang bertolak belakang, yaitu masalah gizi lebih dan gizi kurang. Masalah gizi lebih khususnya dapat berakibat pada munculnya penyakit-penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang mengiringi proses penuaan dan terjadi seiring bertambahnya usia atau dalam  istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Ada sekitar 50 penyakit yang masuk dalam penyakit degeneratif antara lain diabetes melitus, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, dislipidemia, osteoporosis, dan sebagainya.

Annisa Rizkiriani, mahasiswa Departemen Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB berhasil melakukan inovasi untuk mengatasi masalah tersebut. Inovasi yang didukung empat rekannya yaitu Ghaida Yasmin, Suci Apriani, Desy Afriyanti, dan Ezria E Adyas, dan Dosen Pendamping Dr Sri Anna Marliyati ini adalah “Pemanfaatan Kacang Hijau (Vigna radiata L) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nugget.”

Mengapa nugget? Annisa menjelaskan, nugget merupakan makanan cepat saji yang cukup disukai oleh masyarakat Indonesia. Nugget biasanya terbuat dari pangan hewani yang harganya cukup mahal, sehingga tidak semua lapisan masyarakat dapat membelinya. Selain itu, tambah Annisa, konsumsi pangan hewani yang berlebihan tanpa diimbangi dengan konsumsi pangan nabati dan gaya hidup yang baik akan mendukung berkembangnya penyakit degeneratif.

Karena itu, kata Annisa, produksi nugget kacang hijau dengan merek “Mung Nugget” ini diharapkan dapat menambah pangan alternatif yang berbahan dasar kacang hijau dan menciptakan pangan yang bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau.

Kacang hijau atau Vigna radiata L, lanjut Annis, berasal dari famili Leguminoceae atau polong-polongan. Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Kacang hijau memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Selama ini, tanaman kacang hijau masih kurang mendapat perhatian petani, meskipun hasil tanaman ini mempunyai nilai gizi yang tinggi dan harga yang baik dibanding dengan tanaman kacang-kacangan lain.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau.

Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang berguna untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijau dan turunannya sangat cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang baru menikah. Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya

Kacang hijau memiliki kelebihan yang dapat ditinjau dari segi agronomi maupun ekonomis, seperti lebih tahan kekeringan, serangan hama penyakit sedikit, dapat dipanen pada umur 55-60 hari dan dapat ditanam pada tanah yang kurang subur. Dengan demikian, kacang hijau merupakan tanaman yang dapat dijadikan berbagai jenis produk makanan.

Proses pembuatan nugget kacang hijau ini dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan, Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB. Ukuran nugget berdiameter 2 Cm dengan berat 15,2 gram per buahnya. Untuk memenuhi 1/5 kecukupan protein anak usia 4-6 tahun, maka dipenuhi dengan mengkonsumsi sebanyak sepuluh buah nugget kacang hijau.

“Hasil uji organoleptik menunjukkan konsumen dapat menerima warna, aroma, rasa, dan tekstur nugget kacang hijau. Peningkatan nilai tambah kacang hijau menjadi nugget kacang hijau menjadikan nugget ini sebagai produk yang menjanjikan serta mampu bersaing dengan produk nugget lainnya,” papar Annisa optimis.

Saya setuju dengan adanya inovasi nugget kacang hijau ini karena tidak perlu memikirkan bahwa kita akan kurang mengkonsumsi protein nabati atau sayur-sayuran karena kita kebanyakan mengkonsumsi protein hewani dari nugget yang biasanya terjual di pasaran. Dengan demikian adanya inovasi nugget kacang hijau sangat membantu masyarakat dalam memilih makanan sehat, walaupun makanan cepat saji tetapi tetap sehat karena ada kandungan kacang hijau yang banyak manfaatnya. Para orangtua pun tidak perlu khawatir lagi jika anaknya ingin makan nugget karena nugget ini ada kandungan protein nabatinya yaitu kacang hijau dan para orangtua pun tidak perlu pusing jika anaknya tidak menyukai sayur-sayuran. Selain itu nugget kacang hijau ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau di pasaran dengan tujuan agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengkonsumsi nugget terutama dengan kandungan protein nabatinya.

Dengan adanya nugget kacang hijau ini diharapkan masyarakat Indonesia bisa lebih teliti dalam mengkonsumsi makanan agar tidak menimbulkan penyakit degeneratif di masa tua nanti. Dan masyarakat Indonesia lainnya pun mungkin jika memiliki ide kratif dalam inovasi pangan bisa diteruskan seperti nugget kacang hijau ini. Sebagai orangtua yang baik pun sebaiknya mengajarkan kepada anak agar seimbang ketika makan.

Kesimpulan dari artikel ini adalah bagaimana inovasi ini sangatlah berperan bagi kesehatan dan aman untuk dikonsumsi. Dengan rasa dan bahan utama kacang hijau yang alami yang mempunyai gizi yang baik supaya bisa mendapatkan gizi yang setimbang untuk mengawali hari ke hari supaya tidak mudah terkena penyakit. Inovasi ini telah banyak disebar dimana-mana denga  rasa yang enak, banyak sekali minat untuk menikmatinya dan menjadi lauk atau cemilan yang sehat. Demikian artikel ini saya buat. Bila ada kesalahan mohon dimaafkan. Terima Kasih

 Yang membantu pembuatan artikel ini:

  • Mother & Baby cetak edisi September 2010, hal. 139
  • azkanuggetsehat.blogspot.com
  • Image
0

psikologi manajemen – softskill (6&7)

6. Pengertian Actuating (Pengarahan)

Actuating merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen, karena merupakan pengupayaan berbagai jenis tindakan itu sendiri, agar semua anggota kelompok mulai dari tingkat teratas sampai terbawah, berusaha mencapai sasaran organisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan semula, dengan cara terbaik dan benar.

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa, “Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.” Jadi actuating adalah usaha menggerakkan seluruh orang yang terkait, untuk secara bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing dengan cara yang terbaik dan benar.

Pengarahan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara etektit serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri.  Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda.

 

Pentingnya Actuating

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penggerakan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan, (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak, (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

Pertama, adalah melakukan pengarahan (commanding), bimbingan (directing) dan komunikasi (communication) (Nawawi, 2000:95). Dijelaskan pula bahwa pengarahan dan bimbingan adalah kegiatan menciptakan, memelihara, menjaga/mempertahankan dan memajukan organisasi melalui setiap personil, baik secara struktural maupun fungsional, agar langkah operasionalnya tidak keluar dari usaha mencapai tujuan organisasi (Nawawi, 2000 : 95). Kedua, penggerakan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.

Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

 

7. Prinsip-prinsip Pengarahan

    Pengarahan merupakan aspek hubungan antar manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga kerja efektif serta efesien untuk mencapai tujuan.

     Dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu, pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:

a.       Prinsip mengarah pada tujuan

     Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti :perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.

b.      Prinsip keharmonisan dengan tujuan

     Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka mengkehendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang  terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.

    Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang  baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.

c.        Prinsip kesatuan komando

       Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal.

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:

·           Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya

·           Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia

·           Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi

·           Menghargai hasil yang baik dan sempurna

·           Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih

·           Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup

·           Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

 

Mencapai Actuating Managerial yang Efektif

1.      Komunikasiorganisasi
Komunikasi organisasi merunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jarngan organisasi.Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi
antarpribadi dan komunikasi kelompok.
Pembahasan komunikasi organisasi antara lain menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horizontal.
Dalam teori-teori organisasi ada dua hal yang mendasar yang dijadikan pedoman:
Teori tradisi posisional yang meneliti bagaimana manajemen menggunakan jaringan-jaringan formal untuk mencapai tujuannya.
Teori tradisi hubungan antar pribadi yang meneliti bagaimana sebuah organisasi terbentuk melalui interaksi antar individu.

2.      Coordinating
Coordinating atau mengkoordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi instruksi, perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan bimbingan atau nasihat, dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran.

3.      Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahannya melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka berdaya guna dan berhasil guna.

4.       Leading
Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen, di kemukakan oleh Louis A. Allen yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi lima macam kegiatan, yakni 1) mengambil keputusan, 2) mengadakan komunikasi agar ada saling pegertian antara manajer dan bawahan, 3) memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, 4) memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta 5) memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka

Handoko, T. H. (2009) Manajemen. Edisi 2. BPFE: Yogyakarta

Hasibuan, M. S. P. (2008) Manajemen Sumber Daya Manusia. Sinar Grafika Offset : Jakarta

Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 

0

Psikologi Manajemen – Softskill

1.      Pengantar

Manajemen

Menurut Nickles, McHugh and McHugh (1997) manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

Kepemimpinan

Menurut Stoner, kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang behubungan dengan tugas.

2.      Perencanaan penetapan manajemen

Perencanaan (planning)

Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.

Langkah-langkah dalam menyusun acara

Peran tujuan (goals) dan rencana (plan) dalam proses perencanaan

Tujuan (goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok, atau seluruh organisasi. Rencana (plan) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadwalan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan.

3.      Perencanaan penetapan manajemen

Manfaat perencanaan

  •  Standar pelaksanaan dan pengawasan
  •  Pemilihan berbagai alternatif terbaik
  •  Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
  •   Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
  •   Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
  •  Alat memudahkan dalam berkoordinasidengan pihak yang terkait
  •  Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

Jenis perencanaan dalam organisasi

Dari segi keluasan dan waktu

Rencana strategis atau jangka panjang adalah rencana yang akan dijalankan oleh seluruh komponen dalam organisasi atau perusahaan, dan dibuat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan (strategic goals or organizational objectives).

Rencana taktis atau jangka menengah adalah rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan jangka menengah dan sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka panjang.

Rencana operasional atau jangka pendek adalah rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan jangka pendek, dan sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka menengah.

Dari segi kejelasan

Rencana spesifik adalah rencana yang rumusannya sudah jelas dan tidak memerlukan interpretasi.

Rencana direktif adalah rencana yang dirumuskan untuk mencapai tujuan tertentu akan tetapi pada pencapaiannya memberikan keleluasaan dan fleksibilitas untuk pencapaiannya.

4.      Pengorganisasian struktur manajemen

Definisi pengorganisasian (organizing)

James D Mooney, organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chesterl I Bernard, organisasi yaitu suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Definisi struktur organisasian

Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan.

Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

Pengorganisasian yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

5.      Pengorganisasian struktur manajemen

Manfaat struktur fungsional dan struktur divisional

Manfaat struktur fungsional

·         Komunikasi dan jaringan keputusannya sederhana

·         Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada tingkat manajemen puncak

·         Dapat mendelegasikan keputusan operasional sehari-hari

·         Menyederhanakan pelatihan spesialis fungsional

·         Menyederhanakan pelatihan untuk para spesialis fungsional

·         Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi

Manfaat struktur divisional

·         Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan

·         Mempermudah koordinasi antar fungsi

·         Dapat mempertahankan spesialisasi pada tiap divisi

·         Membuka kesempatan karir

·         Menimbulkan kompetisi didalam organisasi

Kerugian sturktur fungsional dan struktur divisional

Kerugian struktur fungsional

·         Menyebabkan spesialisasi yang sempit

·         Mendorong timbulnya persaingan dan pertentangan antar fungsi

·         Mengakibatkan sulitnya koordinasi diantara bidang-bidang fungsional

·         Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi

·         Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis, sehingga membuat perubahan menjadi sulit

·         Membatasi pengembangan keterampilan manajer yang lebih luas

Kerugian struktur divisional

·         Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialis fungsional

·         Sangat potensial untuk ketidakkonsekuenan antar divisi

·         Biayanya relati tinggi

Daftar Pustaka:

Hari Purnomo, Setiawan., Zulkieflimansyah. (1996). Manajemen Strategi: Sebuah Konsep Pengantar. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Abdul Mukhyi, Muhammad., Hadi Saputro, Imam. (1995). Pengantar Manajemen Umum. Depok: Gunadarma.

Tisnawati Sule, Ernie., Saefullah, Kurniawan. (2005). Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana.

 

0

rangkuman tugas akhir kesehatan mental

Konsep sehat menurut Masyarakat awam mendefinisikan sehat sebagai keadaan yang enak , nyaman dan bahagia . Dan dapat melakukan pekerjaan sehari – hari dalam kondisi yang prima. Menurut para ahli: Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Menurut White (1977) Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan. Menurut Pepkin’s Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar. Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu : 1. Udara 2. Air 3. Makanan dan Minuman 4. Keseimbangan Emosi 5. Olahraga Teratur 6. Istirahat Cukup.

Dimensi kesehatan

1.Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.

Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam).

3.Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Periodisasi perkembangan ilmu kesehatan mental :

  • Zaman Prasejarah
  • Zaman Peradaban Awal

1. Phytagoras ( orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental )

2. Hypocrates ( Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental

3. Plato , menurutnya gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa

  • Zaman Renaisessus

A. ERA PRA ILMIAH

1. Kepercayaan Animisme

2. Kepercayaan Naturalisme

B. ERA MODERN

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

Orientasi Klasik

Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.

Orientasi Penyesuaian Diri

Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup.

Orientasi Pengembangan Potensi

Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Teori Kepribadian Sehat

Aliran Psikoanalisa

Kepribadian Sehat Psikoanalisa:

Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut     pola perkembangan yang ilmiah.

Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar

Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego

Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya

Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

Aliran Behavioristik

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:

1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya

2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman

3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri

4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

Aliran Humanistik

Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:

1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.

2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.

3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.

4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.

5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.

6) Memikul tanggung jawab.

7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.

8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery).

Pengertian Stres

Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.

Faktor inividual dan sosial- penyebab stres

Faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor pribadi.

Tipe Stres Psikologis

a.    Tekanan

b.    Frustasi

c.    Konflik

d.   Kecemasan

Hubungan Interpersonal

Model-model Hubungan Interpersonal

Teori pertukaran sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling memengaruhi.

Analisis transaksional adalah suatu model analisis komunikasi dimana seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yg berbeda (Eric Berne’s, Stuart Sundeen, 1995).

Pembentukan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai Hubungan

Ellen Berscheid (Berscheid, 1985; Berscheid & Peplau 1983; Berscheid & Reis, 1998) menyatakan bahwa apa yang membuat orang-orang dari berbagai usia merasa bahagia, dari daftar jawaban yang ada, yang tertinggi atau mendekati tertinggi adalah membangun dan mengelola persahabatan dan memiliki hubungan yang positif serta hangat.

Intimasi dan Hubungan Pribadi

Lebi h jauh mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut daoat dijelaskan pada bagian berikut :

 

1.    Persaudaraan

Hubungan intim ini didasarkan pada hubungan darah. Hubungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti seperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu didalamnya terkandung proximitas dan keakraban.

2.    Persahabatan

Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.

3.    Percintaan

Persabatan antar pria dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.

Cinta dan Perkawinan

Memilih Pasangan

Memiliki kriteria pasangan itu penting. Tapi jangan sampai Anda menjadi pemilih. Pasalnya, hal itu hanya akan menyusahkan Anda mendapatkan jodoh.

Hubungan dalam Perkawinan

Tahap pertama : Romantic Love. Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu.

Tahap kedua : Dissapointment or Distress. Masih menurut Dawn, di tahap ini pasangan suami istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya.

Tahap ketiga : Knowledge and Awareness. Dawn mengungkapkan bahwa pasangan suami istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya.

Tahap keempat: Transformation. Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku  yang berkenan di hati pasangannya.

Tahap kelima:  Real Love. “Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,”

Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan

Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.

Perceraian dan Pernikahan Kembali

Kelanggengan hubungan dalam pernikahan adalah keinginan setiap pasangan. Namun bagaimanakah jika pernikahan itu tidak langgeng dan justru akan mengakibatkan perceraian? Penyebab perceraian kebanyakan terjadi karena didalamnya terselip berbagai persoalan rumah tangga yang tidak menemukan akhir penyelesaiannya. Dibutuhkan kekompakkan antara keduanya dalam menghadapi berbagai persoalan itu. Yang pada akhirnya pasangan yang telah bercerai tersebut bisa memulai hidup yang baru dengan menikah kembali dengan pasangannya.

Pekerjaan dan Waktu Luang

Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan

Definisi nilai pekerjaan

Nilai pekerjaan adalah bahwa nilai dari apa yang kita kerjakan sebenarnya sangat bergantung kepada cara berpikir kita terhadap pekerjaan itu.

Apa yang dicari dalam pekerjaan

Yang dicari dalam pekerjaan adalah dimana bagian dari sebuah perencanaan besar atau bahwa pekerjaan itu menuju proses terwujudnya suatu yang besar.

Waktu Luang

Bagaimana Menggunakan Waktu Luang Secara Positif

Kata Thomas Edison: Waktu adalah satu-satunya modal yang dimiliki oleh manusia, dan ia tidak boleh sampai kehilangan waktu.

Dan, bagaimana kita bisa punya waktu luang di sela-sela kesibukan dengan mengaturnya sebaik mungkin? Berikut ini tips dan triknya:

 

1. Jangan pernah terjebak dengan waktu. bukan waktu yang mengatur kita, tapi kita yang mengatur waktu.

2. Coba sesuatu yang baru yang tidak menyita waktu kerja.

3. Tentukan prioritas. Dengan prioritas bisa diketahui mana yang mendesak, mana yang kurang. Tanpa prioritas, waktu terbuang percuma.

4. Buat yang super sibuk, buatlah agenda yang harus ditaati. Masukkan waktu bekerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk sendiri.

5. Pastikan dalam agenda, 50 persen waktu yang dilakukan adalah untuk kegiatan positif atau produktif.

6. jangan melakukan pekerjaan/hal yang lain sebelum menuntaskan pekerjaan yang lebih dulu dilakukan, yang ada keduanya akan berantakan.

7. Jika tidak berhubungan dengan pekerjaan, jauhkan diri dari sosial media, hingga pekerjaan tuntas diselesaikan.